Tahun 2023 menandakan bahwa dunia teknologi dan informasi semakin canggih dan maju. Namun, Al Quran tetap menjadi referensi utama bagi masyarakat untuk mencari jawaban atas berbagai masalah yang dihadapi. Dengan demikian, penting bagi kita untuk mengetahui cara penulisan daftar pustaka dari Al Quran.
Penulisan daftar pustaka dari Al Quran bisa dibagi menjadi 3 tahapan, yaitu: penulisan kutipan, penulisan sumber, dan penulisan catatan kaki. Dengan mengetahui cara penulisan daftar pustaka dari Al Quran, kita akan lebih mudah saat mencari referensi untuk menjawab berbagai masalah yang kita alami.
1. Penulisan Kutipan
Penulisan kutipan Al Quran meliputi penulisan surat, ayat, dan nomor ayat. Di dalam penulisan kutipan Al Quran, kita harus menggunakan singkatan sebagai berikut:
Surat Al Baqarah: Al-Baqarah
Ayat 2: ayat 2
Nomor 2: 2
Contoh penulisan kutipan Al Quran: Al-Baqarah 2:2
2. Penulisan Sumber
Setelah menuliskan kutipan, kita harus menuliskan sumber Al Quran. Cara penulisan sumber Al Quran adalah sebagai berikut:
Nama surat: Sumber: Nama penulis, Judul buku, Tahun terbit
Contoh penulisan sumber Al Quran: Al-Baqarah: Sumber: Muhammad Arsyad Al-Banjari, Al-Qur'an dan Terjemahannya, 2017.
3. Penulisan Catatan Kaki
Penulisan catatan kaki Al Quran meliputi penulisan kutipan, sumber, dan tahun terbit. Catatan kaki harus ditulis sebagai berikut:
Sebagaimana dikutip dalam Al-Baqarah 2:2 (Muhammad Arsyad Al-Banjari, Al-Qur'an dan Terjemahannya, 2017).
Kesimpulan
Dengan mengetahui cara penulisan daftar pustaka dari Al Quran, kita akan lebih mudah mencari referensi untuk menjawab berbagai masalah yang kita alami. Penulisan daftar pustaka dari Al Quran meliputi penulisan kutipan, penulisan sumber, dan penulisan catatan kaki. Dengan demikian, kita harus memahami cara penulisan daftar pustaka dari Al Quran agar lebih mudah mencari berbagai informasi yang dibutuhkan.